like this

Angels and Demons

Kerangka besar novel The Da Vinci Code dan pendahulunya Angels & Demons, yang ditulis Dan Brown, berkisah tentang pertempuran antara Gereja Katolik melawan Kelompok Kabbalah yang diwakili oleh Ordo Sion dan Illuminati. Menurut penelitian banyak sejarawan Eropa, kedua kelompok ini—Vatikan dan Kabbalah—memang memiliki kepentingan yang saling bertentangan.


Angels and Demons
Vatikan yang mengklaim diri sebagai satu-satunya pihak, pewaris yang sah, atas kunci Gereja Yesus Kristus, menyatakan dirinya sebagai Tahta Suci dan semua kekristenan yang ada di dunia ini wajib menginduk kepadanya hingga datangnya Maranatha (The Second Coming) atau hadirnya kembali Yesus dalam wujud Tuhan seutuhnya, yang mereka yakini akan membawa semua umat manusia yang percaya pada Yesus ke dalam surga.Klaim Vatikan ini sejak awal kekristenan telah ditentang habis oleh Kaum Yohanit (The Yohanit Church Sect) yang menganggap Yesus hanyalah manusia biasa, memiliki keturunan dari perkawinannya dengan Maria Magdalena yang diselenggarakan di Kana (baca : yesus telah menikah ) — salah satu kota suci Kristen ini sekarang masuk ke dalam wilayah Lebanon-dan mewariskan kunci gerejanya kepada isterinya, Maria Magdalena, bukan kepada Saint Peter, yang ditahbiskan menjadi Paus I.

Pertentangan ini bukan sekadar pertentangan biasa. Bahkan pada 1209-1229, puluhan ribu tentara Salib dari Eropa Utara diperintahkan oleh Paus Innocentius III untuk menggelorakan perang salib membantai ribuan orang-orang Kathari di wilayah pegunungan Albigensian, Perancis Selatan, yang notabene secara resmi juga kristiani. Kaum Kathari atau sebagian sejarawan menyebut mereka sebagai kaum Albigensian, dituduh oleh Gereja sebagai masyarakat yang melakukan heresy (bid’ah) terhadap protokolat religius Vatikan.

Perang Salib Albigensian ini selain memakan korban ribuan kaum Kathari juga telah membunuh ribuan warga Perancis Selatan yang sama sekali tidak bersalah.

Seorang komandan lapangan Tentara Salib berkirim surat kepada Vatikan memohon petunjuk bagaimana agar pasukannya bisa memilah mana yang kaum Kathari dan mana yang bukan, surat jawaban dari Vatikan yang diketahui Paus Innocentius III sungguh-sungguh mengejutkan. Surat itu berbunyi:

“Bunuh semuanya! Tuhan akan bisa membedakan mana anak-anaknya dan mana yang bukan. ” Isi surat ini sampai sekarang masih lekat dalam ingatan masyarakat Perancis Selatan yang memang tidak pernah akrab dengan Vatikan.

Kathari atau Albigensian, merupakan pusat dari aktivitas Sekte Gereja Yohanit Eropa abad pertengahan. Ritual mereka banyak yang bersifat esoteris. Di salah satu kota kecil di wilayah ini, Aux en Povence, ajaran Kabbalah yang secara turun-temurun dipelihara dengan lisan, malah dibukukan dan menjadi kitab yang dianggap lebih suci ketimbang kitab apa pun.

Seluruh gereja yang berdiri di wilayah ini mengkultuskan Maria Magdalena dan menganggap Yesus hanyalah manusia biasa. Mereka meyakini The Messiah atau Sang Kristus melekat pada diri Santo Yohanes, bukan Yesus. Sebab itu mereka juga disebut sebagai Sekte Yohanit.

Patung patung berhala di vatikan
Keanehan Vatikan :  jika dalam sejarah, antara Sekte Yohanit (Kabbalah) dengan Tahta Suci Vatikan, dikenal sebagai seteru yang sangat sengit, namun dalam fakta arsitektural dan ritus Kekatolikan sendiri, ternyata Vatikan teramat banyak—bahkan kental—dengan simbol-simbol paganis-Kabalistik. Salah satunya—dan ini paling menyolok—adalah banyaknya simbol Dewa Matahari ( Sol_Invictus ) dalam Katolikisme.

Misal, kita terbang rendah di atas Saint Peter Square atau Lapangan Saint Peter, tempat di mana jutaan umat Katolik biasa berkumpul bahkan sekadar untuk melihat wajah Paus yang berdiri di atas balkon, Saint Peter Square secara tegas menyimbolkan Simbol Baal dan Ishtar dengan di tengahnya berdiri sebuah Obelisk yang keseluruhannya memiliki arti sebagai Penyembahan Dewa Matahari (Sun Worship).

Simbol yang sama juga terdapat dalam selendang kepausan (Papal Stole). Bahkan di sekujur Gereja Saint Peter, banyak pula ukiran matahari seperti yang tampak di atas balkon kepausan, sebuah tempat di mana Paus biasa menyampaikan pesan-pesannya. Simbol yang sama (Sunburst Monstrance atau disebut juga Ostensorium) juga terdapat di puncak tongkat kepuasan.

Sesungguhnya, bila kita menengok sejarah kekristenan awal, kita akan menemukan bahwa simbol-simbol ini memang telah ‘merasuki’ Kekristenan sejak masa kekuasaan Kaisar Konstantin yang dikenal sebagai pencetus Konsili Nicea 325 M, sebuah konsili yang mungkin paling historis dalam sejarah kekristenan, karena dalam konsili itulah Yesus ‘disahkan’ atau 'diciptakan' menjadi Tuhan dalam wujud Trinitas.

Di masa Konstantin, seluruh simbol-simbol pagan Romawi Kuno dimasukkan menjadi simbol-simbol kekristenan dan diberi pengertian yang berbeda dari asalnya semula. Padahal, menurut akar sejarahnya, simbol-simbol ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ritus kelompok Kabbalah yang di permukaan dianggap sebagai musuh Vatikan.

Selain simbol Dewa Matahari, simbol salib, simbol burung merpati putih, dan nyaris seluruh simbol gereja yang ada sesungguhnya merupakan simbol Paganisme Kabalis. Dan hal itu sampai sekarang, setelah melewati rentang waktu berabad-abad, tetap terpelihara dengan baik. Kenyataan ini sungguh mengherankan dan mencuatkan pertanyaan besar:

“Adakah Tahta Suci Vatikan telah terkontaminasi oleh virus paganisme-Kabalis?” Jawaban atas pertanyaan ini mungkin hanya bisa dikemukakan oleh pakarnya. (Rz/eramuslim)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nabi Palsu Paulus

Ketika  melangkah dari Injil yang empat (Matius, Markus, Lukas, Yohanes), dan menuju ke surat-surat Paulus dan literatur kanonik non-Injil, kita akan tersadar bahwa kita telah sampai di suatu tempat yang sama sekali jauh berbeda.Berbicara secara kronologi, surat-surat Paulus sebenarnya di tulis lebih dahulu dari pada ke empat Injil di maksud.

Dia memisahkan Yesus dari Yudaisme dan mengurapi dia dalam biara penyembahan berhala.
Yang juga perlu di ketahui bahwa dari 27 kitab yang telah di rangkum dan di sebut sebagai Perjanjian Baru Kristen, ternyata surat-surat Paulus telah mendominasi setengah dari keseluruhan jumlah kitab-kitab di Perjanjian Baru dan menjadi rujukan utama.Terlebih lagi jika di tambahkan dengan kitab sinoptik ketiga dan Kisah para rasul yang jelas-jelas telah di susun oleh seorang murid Paulus.Maka tidaklah berlebihan jika Paulus adalah sang pendiri agama Kristen yang sesungguhnya.

Berikut adalah komentar para pakar Teologi :
1. Dr.Johanes Weiss.
"Keimanan Kristen yang di dirikan Paulus merupakan sesuatu yang baru bila di bandingkan dengan ajaran Yesus, ia adalah tipe agama baru".

2. Burton L.Mack.
" Dari surat-surat Paulus, selanjutnya gambaran tentang kehidupan dan pemikiran Kristen di mulai.Oleh karena itu Paulus di anggap sebagai orang pertama yang memeluk agama Kristen, orang Kristen pertama yang tidak mengenal Yesus "dalam daging" sebagaimana di katakannya, dengan demikian dia merupakan orang pertama yang mendasarkan keimanannya di mulai dari kebangkitan Yesus dari kematian.Konsep pemikiran Paulus tentang Kristen tidak nampak dalam naskah-naskah yang di temukan dari kelompok pergerakan Yesus.Secara terbuka dia mengkhotbahkan ajaran (Injil) barunya, yang di inspirasi oleh filsafat Platonis, Stoic, Gnostisisme dalam kematian dan kebangkitan Kristus (Yesus) yang di kemas dengan nama Kristen ".

3. Dr.Arnold Meyer, Dosen Teologi Universitas Zurich.
"Jika dengan orang Kristen kita bisa memahami keimanan Kristus sebagai anak Tuhan yang melangit, dan tidak memiliki sifat kemanusiaan yang membumi, dan menjelmakan dirinya dalam bentuk manusia melalui seorang perawan, dan dia menebus dosa manusia dengan darahnya di atas salib dst...jika ini yang di namakan iman Kristen, berarti kristen yang di dirikan oleh Paulus, dan bukan oleh Yesus".

4. A.B.Bruce.
"Ketika dalam Injil Lukas Yesus di sebut "Tuhan" 12 kali, Injil Matius dan Markus hanya menyebutnya dengan nama sederhana "Yesus", sebuah fakta yang tampak menunjukkan evolusi langsung kepercayaan pada ketuhanan.Elemen penyembahan berhala telah menculik Kristen dari Yudaisme yang mengasuhnya, kemudian membuangnya ke pusaran lintas teologi.Akibatnya, ia hidup dengan karakteristik yang seluruhnya jauh berbeda dari sebelumnya.Personalitas Yesus di ubah menjadi figur Mithra (Dewa Matahari), yang memiliki mitos yang di pararalelkan dengan episode kehidupan Yesus sebagai cerita dalam Injil, sekaligus Mithraisme yang berpijak di atas kaki lainnya tidak mati tetapi mendapatkan lembaran hidup baru setelah merubah diri dalam bentuknya yang baru, yaitu Kristen.

5. Calmet, penulis Kristen terkemuka.
"Yesus mengajar keimanan pada satu Tuhan, tetapi Paulus dengan Yohanes (penulis kitab Yohanes) itu, merusak agama Kristen dari kecantikan dan kesederhanaannya dengan memperkenalkan Trinitas Plato yang tidak bisa di pahami, atau Triad dari Timur, dan juga mendewakan atribut dua Tuhan yang bernama Roh suci dan akal ketuhanannya yang di sebut oleh Plato, Logos.

6. Dr.Belsham.
"Dari kondisi manusia yang di cintai Tuhan sebagaimana yang di ajarkan Yesus, kemudian Yesus di angkat derajatnya oleh campur tangan para pengikutnya yang sesat.
Pertama di katakan bahwa Yesus menjadi malaikat atau super malaikat, yang merupakan kesalahan pendapat orang-orang Gnostik.Lalu ia di anggap delegasi pencipta dan pengatur dunia, yang menjadi pendapat Platonis dan Arian, dan akhirnya derajatnya di samakan dengan Tuhan sendiri, yang menjadi doktrin Athanasius yang belum pernah di kenal sampai penghujung abad ke empat".

7. Roetzel.
" Dia (Paulus) memisahkan Kristen dari sumber aslinya, agama Yesus yang sederhana.Sebagian besar umat Yahudi memandang Paulus sebagai "Bapak Anti Samawi" dari barat.Dia lah, menurut mereka, yang mencabut warisan turun-temurun Yahudi dari Palestina dan membaliknya menjadi lawan dari Sinagog.Dia lah yang marah dan frustasi mencambuk orang-orang Yahudi yang membangkang untuk menerima Injil yang di beritakannya.Dia lah yang mengancam barang siapa bersunat akan di kutuk.Dan dia lah, orang yang murtad dari agama Yahudi dan kemudian menyelewengkan agamanya ".

Siapakah sebenarnya pendiri agama kristen itu ? Yesus ataukah paulus ? Orang kristen awam yang fanatik tentu akan menjawab Yesus! Yesus! Yesus! Tapi benarkah begitu? Coba kita teliti Literatur kristen bernama Alkitab. Jika anda memperhatikan A Red Letter bible (huruf bertinta merah dalam bible), anda akan menemukan bahwa setiap kata yang berasal dari ucapan Yesus ditulis dengan tinta merah dan yang bukan ucapan yesus ditulis dengan tinta hitam. Jangan heran kalau anda menemukan bahwa dari 27 kitab perjanjian baru 90% (sembilan puluh persen) ditulis dengan tinta hitam.

Ini merupakan pengakuan terus terang mengenai kejanggalan holly bible atau alkitab dari pihak kristen. Bahkan para misionaris mengakui bahwa sebagian besar ajaran kristen adalah merupakan ajaran paulus. Yesus hanya punya andil sedikit disini.

Sekarang yang jadi pertanyaan adalah siapa paulus ini yang begitu hebatnya sampai dapat mendirikan agama kristen? Jujurkah dia?

Orang-orang kristen fanatik tentu menganggapnya sebagai orang suci, jujur dan bersih. Tapi benarkah demikian? Hanya orang yang tak tahu alkitab saja yang menganggapnya demikian. Orang yang tahu alkitab tentu akan berpendapat lain. Paulus itu pembohong, pendusta dan penuh kelicikan.Coba buka alkitab anda lagi. arahkan pada pernyataan Paulus yang tertulis dalam 2 korintus 12 : 16, anda akan mendapati pengakuan paulus bahwa dia menjerat umat kristen dengan tipu daya ( licik dan tidak jujur).

“Baiklah, aku sendiri bukan merupakan beban bagi kamu, tetapi dalam KELICIKANKU aku telah menjerat kamu dengan TIPU DAYA”.(2 korintus 12 : 16)

Begitulah watak sebenarnya dari paulus, licik culas dan tidak jujur. Masih bisakah kita menganggapnya sebagai orang suci? Semua ajaran yang di ajarkan Paulus merupakan kedustaan belaka. Hal ini diakui sendiri oleh paulus. Coba buka Roma 3 : 7 :

“Tetapi jika kebenaran allah oleh DUSTAKU semakin melimpah bagi kemuliaannya, mengapa aku masih dihakimi sebagai orang yang berdosa?” (Roma 3 : 7)

Jadi paulus berani berdusta atas nama Allah. Sungguh terlaknat. Paulus telah menyesatkan umat kristen. Hal ini sebenarnya telah diperingatkan sebelumnya oleh Yesus sendiri. Yesus memperingatkan dalam Matius :

“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata : akulah messias dan mereka akan menyesatkan banyak orang”. (Matius 24 : 4-5)

Paulus yang mengaku mendapat wahyu itu ternyata belum pernah ketemu Yesus dan bukan merupakan murid yesus. Bahkan ajaran yang disampaikan Paulus bertentangan dengan ajaran yesus. Yesus menyuruh menyembah hanya kepada Allah tapi paulus menganjurkan menyembah Yesus.Yesus sunat ( Lukas 2 : 21) tapi Paulus melarang sunat (Roma 2 : 29 dan Galatia 5 : 2).

Paulus sendiri mengakui bahwa injil yang ditulisnya bukanlah wahyu dari Allah, tetapi hanya pendapatnya sendiri semata-mata. Seperti ayat di bawah ini :

“Kepada orang-orang lain aku (bukan Tuhan) katakan : kalau ada seorang saudara beristerikan……..sampai akhir ayat”. (I korintus 7 : 12)

“Kepada orang lain aku (bukan Tuhan), katakan kalau ada……” (1korintus 7:11).

“Apa yang aku (Paulus) katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman tuhan, melainkan sebagai orang BODOH yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah sedikit”. (II Korintus 11 : 17).

“Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku (paulus) TIDAK MENDAPAT PERINTAH DARI TUHAN. Tetapi aku memberikan PENDAPATKU sebagai orang yang dapat dipercaya karena rahmat yang didapatnya dari Allah”. ( I korintus 7 : 25 ).

“Aku (paulus) mengatakan hal itu BUKAN SEBAGAI PERINTAH, melainkan dengan menujukan usaha orang orang lain untuk membantu, aku (paulus) mau menguji keikhlasan kasih kamu”. ( II Korintus 8 : 8 ).

“Aku (paulus) TIDAK MENDAPAT PERINTAH DARI TUHAN. Tetapi aku memberikan PENDAPATKU”. ( I korintus 7 : 25 ).

“Aku (paulus) mengatakan hal itu BUKAN SEBAGAI PERINTAH”. ( II Korintus 8 : 8 ).

“Aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman tuhan, melainkan sebagai orang BODOH yang berkeyakinan”. (II Korintus 11 : 17).

Pernyataan diatas sudah jelas sekali menunjukan bahwa itu bukanlah firman Tuhan, hanya semata-mata pernyataan Paulus sendiri. Tapi mengapa kemudian umat kristen menganggapnya sebagai firman Tuhan?
Ada lagi pernyataan Paulus yang menegaskan bahwa yang disampaikannya itu bukan firman Tuhan, tapi semata-mata hanya pendapatnya pribadi. (Ini salah satu diantara banyak pernyataan Paulus yang menginformasikan bahwa itu bukan firman Tuhan). Coba buka I korintus 7 : 25 :

“Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku (paulus) TIDAK MENDAPAT PERINTAH DARI TUHAN. Tetapi aku memberikan PENDAPATKU sebagai orang yang dapat dipercaya karena rahmat yang didapatnya dari Allah”. (I korintus 7 : 25 )

Jadi ayat diatas bukanlah firman Tuhan melainkan hanya pendapat Paulus. Tapi mengapa sekarang umat kristen dengan sangat gigihnya mengakuinya sebagai ayat Tuhan? Bukankah pengarangnya yakni paulus sendiri mengakui bahwa itu bukan firman dari Tuhan? Kalau sekarang umat kristen menganggap perkataan paulus sama dengan firman Tuhan, bukankah berarti mereka menyamakan antara Paulus dan Tuhan? Coba buka II Korintus 8 : 8 :
“Aku (paulus) mengatakan hal itu BUKAN SEBAGAI PERINTAH, melainkan dengan menujukan usaha orang orang lain untuk membantu, aku (paulus) mau menguji keikhlasan kasih kamu”. (II Korintus 8 :8)
Jelas kata-kata diatas bukanlah firman Tuhan tetapi hanya pernyataan paulus. Kalimat-kalimat seperti ini banyak terdapat dalam alkitab.

Paulus di bantai Kaisar Nero
Tentang ramalan Paulus juga banyak melakukan ramalan yang meleset. (I telasonika 4 : 16-17)
“Karena Tuhan sendiri akan turun dari sorga dengan suatu sorak dengan suara penghulu malaikat dan dengan berbunyi sangkakala Allah, maka segala yang mati di dalam kristus akan bangkit dahulu”.
“Kemudian KITA YANG SEDANG HIDUP, yang telah tertinggal ini, akan diambil kedalam awan bersama-sama dengan mereka itu menghadap Tuhan didalam awang-awangan, demikianlah kelak kita senantiasa bersama-sama dengan Tuhan”.

Ternyata ramalan Paulus ini meleset. Paulus tidak dibawa Yesus keawang-awangan kemudian terus ke surga, melainkan paulus dibunuh oleh kaisar Nero pada tahun 64 masehi.

Paulus juga dengan sangat sombongnya membatalkan hukum Taurat. Padahal Yesus dengan susah payah mempertahankan hukum Taurat. Disinilah terkuak kebohongan Paulus. Mari kita selidiki ajaran Paulus dalam masalah ini: Paulus mengajarkan bahwa:

[Gal. 5:4] “Kamu lepas dari kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat, kamu hidup diluar kasih karunia”.

Disini Paulus mengajarkan bahwa kalau umat kristen mengharap kebenaran hukum Taurat maka umat kristen akan lepas dari Kristus.

 “Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat”.[Rom 7:6]

Lihat juga [Gal. 2:16] [Rom. 2:6] [Gal. 3:10] [2 Corin. 3:6] [Heb. 8:13]

Padahal Yesus memerintahkan orang kristen untuk mengikuti hukum dalam PL:
“Do not think that I [Jesus] have come to abolish the Law (the Old Testament) or the Prophets; I have not come to abolish them but to fulfill them. I tell you the truth, until heaven and earth disappear, not the smallest letter, not the least stroke or a pen, will by any means disappear from the Law (the Old Testament) until everything is accomplished. (Matthew 5:17-18)”

Jelas sekali dari ayat diatas Bahwa Yesus menghormati hukum Taurat dan mengikuti dan menggenapi taurat.
“Then Jesus said to the crowds and to his disciples: ‘The teachers of the law and the Pharisees sit in Moses’ seat. So you must obey them and do everything they tell you. But do not do what they do, for they do not practice what they preach.’ (Matthew 23:1-3)”

“Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepadaku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya apa yang ditulisnya, bagaimana kamu akan percaya akan apa yang kukatakan?” (John 5:46-47)
“Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum taurat batal”. (Lukas 16:17)

Jelas sekali bahwa Yesus menyuruh umatnya untuk mengikuti hukum Taurat, sementara orang orang kristen lebih senang mengikuti Paulus karena ajaranya sangat mudah, hanya percaya kemudian masuk surga...walaupun akhirnya nasib paulus berakhir di tangan Kaisar  Nero dan tidak masuk surga sesuai dengan bualanya... ?*&@#907*&$



INFO NABI PALSU             
Semasa Yesus hidup di  dunia  sebagai  nabi  Allah,  maka  ia      
pernah memberikan suatu informasi kepada murid-muridnya,
suatu keterangan penting, yaitu bahwa akan datangnya
beberapa Kristus palsu dan Nabi palsu. Berkatalah Yesus
didalam Injil Markus 13: 5, 6, 21, yang bunyinya: Ingatlah
baik-baik jangan kamu disesatkan orang, karena banyak orang
yang datang dengan namaku, katanya: Aku ini Kristus, maka
mereka itu akan menyesatkan banyak orang, dan jikalau pada
waktu itu seorang berkata: "Tengok, inilah Kristus, atau
itulah Kristus" janganlah kamu percaya. Karena beberapa
Kristus palsu akan terbit serta mengadakan pekerjaan yang
ganjih-ganjil dan perbuatan heran yang menyesatkan manusia,
jikalau boleh, daripada orang yang terpilih pula. Dan lagi
Yesus berkata: "Hai, bagi orang yang mendatangkan kesalahan
kepada anak-anak ini, alangkah baiknya kalau batu kisaran
diikatkan dilehernya, dan dicampakkannya kedalam laut.
Tetapi akan hal ini, tak dapat tiada akan berlaku. (Bacalah
Matius 18:6-7 dan Matius 24:1-21)

 
PAULUS LAH NABI PALSU ITU
Didalam kitab Ulangan 18:18-22 disebutkan tentang ciri-ciri
nabi palsu itu. Berdasarkan kitab Ulangan tadi masa
tanda-tanda nabi palsu itu ada dua ialah:
Paulus di salib oleh Kaisar Nero

1. Dengan sombong mengatakan firman yang tiada
disuruhkan oleh Allah.
2. Barang yang dikatakannya tiada akan terjadi.

Cobalah kita proyeksi Paulus dengan proyektor ini. Maka akan
kita dapati:

1. Paulus dalam hal ini telah, bahkan beberapa kali dengan
bangganya mengatakan dirinya rasul, rasul yang dipanggil
oleh Allah, bahkan Paulus itu hakekatnya Kristus. Kita baca
misalnya dalam tulisan atau pengakuannya pada:

a. I Korintus 1:1 bunyinya: dari Paulus, yang dengan
kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus.
Paulus disini mengatakan bahwa dirinya ialah rasul.

b. Galatia 1:1 bunyinya: Daripada Paulus, seorang rasul
(bukannya daripada manusia, dan bukannya dengan jalan
seorang manusia, melainkan yang ditetapkan oleh Allah
serta Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara
orang mati. Suatu kebanggaan yang tiada taranya,
namun herannya, tentang kerasulan Paulus ini tiada
seorang nabi yang terdahulu daripadanya yang pernah
memberitakannya.

c. Galatia 1:12 bunyinya: Karena bukannya aku ini sudah
menerima dia daripada manusia, dan bukannya pula ia
kupelajari, melainkan oleh wahyu daripada Yesus Kristus.
Sekali lagi ia menjelaskan bahwa dirinya telah menerima
wahyu dari Yesus.

d. Galatia 2: 20 Paulus berkata: Adapun aku ini, bukannya
aku lagi tetapi ... Kristus.
(Wahai Tuhan kami, ampunilah kiranya dosa orang ini )

e. Galatia 2:2 Paulus berkata pula: Adapun aku ini naik
dengan ilham Rokh.

Kesimpulan seluruhnya ialah bahwa Paulus mendakwakan
dirinya rasul Allah, yang dipilih oleh Yesus sendiri, bahkan
denqan sombongnya ia membedakan dirinya dengan rasul-rasul
yang lain, yang bukan ditunjuk langsung oleh Kristus Yesus.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Galileo korban kebodohan Katolik

Galileo Galilei adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah, yang meninggal dalam tahanan rumah karena pendirianya bertentangan dengan pihak gereja katolik roma.

Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah penyempurnaan teleskop, berbagai pengamatan astronomi, dan hukum gerak pertama dan kedua (dinamika). Selain itu, Galileo juga dikenal sebagai seorang pendukung Copernicus mengenai peredaran bumi mengelilingi matahari.

Akibat pandangannya yang disebut terakhir itu ia dianggap merusak iman dan diajukan ke pengadilan gereja Italia tanggal 22 Juni 1633. Pemikirannya tentang matahari sebagai pusat tata surya bertentangan dengan ajaran Aristoteles maupun keyakinan gereja bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Ia dihukum dengan pengucilan (tahanan rumah) sampai meninggalnya. Baru pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu adalah salah, dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan.[2]

Menurut Stephen Hawking, Galileo dapat dianggap sebagai penyumbang terbesar bagi dunia sains modern. Ia juga sering disebut-sebut sebagai "bapak astronomi modern", "bapak fisika modern", dan "bapak sains". Hasil usahanya bisa dikatakan sebagai terobosan besar dari Aristoteles. Konfliknya dengan Gereja Katolik Roma (Peristiwa Galileo) adalah sebuah contoh awal konflik antara otoritas agama dengan kebebasan berpikir (terutama dalam sains) pada masyarakat Barat.

Galileo Galilei dilahirkan di Pisa, Tuscany pada tanggal 15 Februari 1564 sebagai anak pertama dari Vincenzo Galilei, seorang matematikawan dan musisi asal Florence, dan Giulia Ammannati. Ia sudah dididik sejak masa kecil. Kemudian, ia belajar di Universitas Pisa namun terhenti karena masalah keuangan. Untungnya, ia ditawari jabatan di sana pada tahun 1589 untuk mengajar matematika. Setelah itu, ia pindah ke Universitas Padua untuk mengajar geometri, mekanika, dan astronomi sampai tahun 1610. Pada masa-masa itu, ia sudah mendalami sains dan membuat berbagai penemuan.

Pada tahun 1612, Galileo pergi ke Roma dan bergabung dengan Accademia dei Lincei untuk mengamati bintik matahari. Di tahun itu juga, muncul penolakan terhadap teori Nicolaus Copernicus, teori yang didukung oleh Galileo. Pada tahun 1614, dari Santa Maria Novella, Tommaso Caccini mengecam pendapat Galileo tentang pergerakan bumi, memberikan anggapan bahwa teori itu sesat dan berbahaya. Galileo sendiri pergi ke Roma untuk mempertahankan dirinya. Pada tahun 1616, Kardinal Roberto Bellarmino menyerahkan pemberitahuan yang melarangnya mendukung maupun mengajarkan teori Copernicus.

Galileo menulis Saggiatore di tahun 1622, yang kemudian diterbitkan pada 1623. Pada tahun 1624, ia mengembangkan salah satu mikroskop awal. Pada tahun 1630, ia kembali ke Roma untuk membuat izin mencetak buku "Dialogo sopra i due massimi sistemi del mondo" yang kemudian diterbitkan di Florence pada 1632. Namun, di tahun itu pula, Gereja Katolik menjatuhkan vonis bahwa Galileo harus ditahan di Siena.

Ilustrasi persidangan Galileo
Di bulan Desember 1633, ia diperbolehkan pensiun ke vilanya di Arcetri. Buku terakhirnya, "Discorsi e dimostrazioni matematiche, intorno à due nuove scienze" diterbitkan di Leiden pada 1638. Di saat itu, Galileo hampir buta total. Pada tanggal 8 Januari 1642, Galileo meninggal di Arcetri saat ditemani oleh Vincenzo Viviani, salah seorang muridnya.

Menurut catatan sejarah yang pernah di  ketahui, bahwa kehidupan di Eropa yang sejak dahulu menjadi pusat agama Kristen/Yahudi pada masa sebelum perang Salib, kehidupannya sangat rendah dan buruk, baik itu segi kemasyarakatan, keagamaan, pemerintahan, dll. Hal ini di dasarkan karena kebodohan kaum gerejawan katolik roma yang melarang kaumnya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan karena berdasar kepada "nabi adam yang telah berdosa karena sudah memakan buah ilmu pengetahuan".  Bila mereka benar bahwa agama mereka membawa kemajuan dan kebenaran, tentunya kemajuan itu sudah mereka alami sejak turunnya agama Kristen/Yahudi tersebut, tetapi kenyataannya setelah mencapai 10 abad, kehidupan bukannya semakin membaik malah semakin memburuk yang kemudian dikenal dalam sejarah dengan sebutan masa kegelapan, karena adanya ajaran untuk mengabaikan sama sekali kehidupan dunia bahkan melupakannya sama sekali, tetapi Kristen/Yahudi dengan sangat cepat mengalami kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan kehidupannya segera setelah perang Salib, setelah adanya interaksi dengan dunia Islam. Bilapun ada sisa–sisa kemajuan yang ada, itupun sebenarnya sisa–sisa peninggalan kebudayaan berhala yang pernah ada di wilayah mereka, seperti kebudayaan Romawi, kebudayaan Yunani, Persia, dll.   

Masuknya pengaruh Islam sebenarnya sudah dimulai sejak abad ke  7 m,  ketika pasukan Panglima Besar Tarikh ibn Ziyad bersama 12000 pasukanya yang mendapat perintah dari khalifah Islam Musa ibn Nusair untuk menaklukan bangsa Goth yang menjajah bangsa Spanyol di semenanjung Andalusia. Dan setelah menaklukan Spanyol maka berdirilah ke kalifahan Islam Bani Umayah yang berpusat di Andalusia dan sempat mengalami masa kejayaanya dan melahirkan banyak ilmuwan baik dari kalangan muslim dan bahkan dari kalangan yahudi, dan bertahan selama sekitar 5 abad. 
Maria Rosa Menocal, spesialis sastra Iberia di Universitas Yale, berpendapat bahwa “toleransi merupakan aspek melekat pada masyarakat Andalus”. Dalam bukunya The Ornament of the World (2003), Menocal berpendapat bahwa sebagai dzimmi, agama minoritas di Al-Andalus diberikan hak yang lebih terbatas daripada umat Muslim, namun masih lebih baik daripada di daerah Eropa yang dikuasai Kristen. Orang-orang Yahudi dan sekte-sekte Kristen yang dianggap terlarang datang dari seluruh Eropa ke Al-Andalus, dimana mereka menerima toleransi.

Kenyataan bahwa banyak sekali ilmuwan–ilmuwan  yang dibantai karena pernyataan para ilmuwan tersebut bertentangan dengan ajaran mereka (Galileo hanya salah satu diantaranya), yang dibunuh jumlahnya mencapai mendekati seratus ribu orang , sedangkan yang dengan hukuman lainnya mencapai setengah juta orang lebih. Padahal penduduk dunia pada waktu itu kira-kira berjumlah 700 juta jiwa dan hanya sebagian kecil dari jumlah itu yang tinggal di daratan Eropa, dan itu belum termasuk korban Inkuisisi yang dijalankan oleh Paus Inocentius dan ratu Issabella terhadap penduduk Andalusia, Spanyol, yang korbannya mencapai 1.000.000 jiwa (muslim yang tewas setelah dipaksa murtad dari Islam atau bahkan masuk Kristen Katolik) yang tewas dengan mengenaskan. Dapat dibayangkan sesungguhnya betapa banyak ilmuwan yang dibinasakan pada waktu itu jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Eropa pada masa itu. Padahal sebenarnya pada saat itu Islam sedang mengalami masa kemunduran yang cukup parah, namun dalam keadaan yang paling buruk, masih mampu memberi cahaya kemajuan yang sangat kuat kepada dunia lain yang sama sekali belum mengenal Islam.
Ilmuwan korban kebodohan katolik roma


Para ilmuwan mereka (Kristen/Yahudi) dikebiri dan dijegal dalam kegiatan mereka mencari kebenaran, seperti antara lain tuduhan bid'ah bahkan sampai pemaksaan ilmuwan tersebut untuk minum racun atau dihukum bakar bila masih mempertahankanan kebenaran ilmu pengetahuan yang mereka bawa. Kemajuan ilmu pengetahuan di dunia mereka mulai marak setelah perang Salib yang selama 195 tahun yang mana mereka banyak menyerap ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam untuk diterapkan dalam kehidupan mereka, bahkan  yang termasuk pertama kali menyerap ajaran Islam adalah para pendeta dan pasukan salib yang bisa menerima kebaikan yang mereka dapatkan dari pasukan muslim,  bidang yang diminati pertama kali adalah bidang ilmu hukum yang kemudian minat tersebut berkembang kesegala segi ilmu pengetahuan yang ada ketika itu, alasan apa yang benar–benar kuat yang dapat menyebabkan terjadinya revolusi besar–besaran dalam kehidupan bangsa Eropa yang dikenal dengan nama Renaissance atau Aufklärung atau Zaman Pencerahan atau Zaman Kebangkitan yang dinyatakan mulai berjalan sejak tahun 1350 m, sedangkan perang Salib terjadi tahun 1096 – 1291 M, suatu jangka waktu yang terlalu berdekatan dan  merupakan peristiwa–peristiwa sangat besar di Eropa pada masa tersebut dan terlalu kuat untuk diabaikan hubungan antara keduanya dan tak ada hal–hal lain yang cukup kuat yang dapat menyebabkan terjadinya Renaissance atau Aufklärung atau Zaman Pencerahan atau Zaman Kebangkitan selain dengan masuknya pengaruh Islam ke dalam kehidupan Kristen/Yahudi. 

Kenyataan ini membuat Gereja terdesak, tidak mampu menjawab pertanyaan umat mereka, sehingga sekitar abad ke 16 dikeluarkan dekrit bahwa hanya Paus yang boleh menafsirkan kitab Injil dan pernyataan yang biasa disebut dengan "Capita de Reformatione" yang berisi penentangan kemajuan dan perkembangan dunia modern (ilmu pengetahuan dan kehidupan dunia) yang merupakan hasil Konsili (rapat akbar pendeta Kristen/Yahudi seluruh dunia) tahun 1545 – 1563 M di Trente – Italia, kemudian sekitar abad ke 18 terjadi aliran besar–besaran pemisahan antara kehidupan akhirat dan kehidupan dunia yang biasa disebut dengan Sekularisasi akibat kegagalan Injil dalam mempertahankan eksistensinya dari ilmu pengetahuan yang kemudian disebarkan keseluruh dunia dan ditanamkan secara paksa kepada daerah–daerah yang mereka jajah dan daerah–daerah yang bisa mereka pengaruhi, bukankah ini merupakan bukti bahwa mereka sebenarnya adalah kemunduran dan tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan dan jaman. 

Bahkan, bekas–bekas bahwa Kristen/Yahudil menentang perkembangan dan kemajuan jaman masih terasa kuat pada buku pedoman penghayatan dan kehidupan Kristen/Yahudi yang sering disebut dengan 'Katekismus' yang diterbitkan sekitar awal tahun 1990–an, juga adanya larangan bagi kalangan Yahudi/Israel di masa kini untuk menikmati keduniaan seperti TV dan Radio (yang dalam Kristen sering disebut dengan Selibat).


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berubahnya Alkitab

BUKU “Mustahil Kristen Bisa Menjawab:  Berhadiah Mobil BMW” karya Insan Mokoginta (Wencelclaus) memantik polemik panjang dengan para pendeta dan penginjil. Dalam buku saku 150 halaman tersebut, ­Insan yang muallaf mantan Kristen berdarah China Manado itu mengemukakan sepuluh pertanyaan seputar Alkitab (Bibel), yang masing-masing pertanyaan disayembarakan dengan hadiah uang tunai sepuluh juta dan mobil BMW.

Beberapa pertanyaan yang diajukan muallaf mantan Kristen berdarah China Manado ini antara lain: Mana pengakuan Yesus dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?; Mana perintah Yesus dalam Alkitab untuk kebaktian di gereja pada hari Minggu?; Mana foto wajah Yesus yang asli dan siapa pemotretnya?; Mana dalil Alkitab bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember?; Siapa yang hafal Alkitab di luar kepala walau satu surat saja?; Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pasti masuk surga?; dll.

Tak mau kalah, Pendeta Budi Asali M.Div. dari Gereja Kristen Rahmani Indonesia membalasnya dengan buku apologi “Siapa Bilang Kristen Tidak Bisa Menjawab?” berhadiah pesawat Boeing 747.


Dalam salah satu apologinya, Budi Asali menyinggung kontradiksi Islam dan Kristen soal doktrin Trinitas. Menurutnya, umat Islam mengklaim doktrin Trinitas kristiani bertentangan dengan ajaran Islam karena Bibel sudah dipalsukan. Terhadap tudingan pemalsuan ayat Bibel, Pendeta Budi menantang dengan tiga pertanyaan: Siapa yang mengubah Alkitab, kapan perubahan itu dilakukan, dan bagaimana bisa mengubah ayat tanpa diketahui siapapun? Dengan takabburnya, Budi Asali yakin tak ada seorang pun yang mampu menjawab pertanyaan tersebut, sehingga ia berani menjanjikan hadiah pesawat Boeing 747:
Menanggapi tantangan sayembara pendeta berhadiah pesawat Boeing 747, kami tidak akan berputar-putar menghindar seperti gaya Pendeta Budi Asali. Pertanyaan sayembara ini bisa dijawab dengan semudah membalik tangan, karena para teolog Kristen sendiri mengakui bahwa doktrin Trinitas –Tuhan Esa dalam tiga oknum: Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus– tidak Alkitabiah. Satu-satunya ayat yang dianggap mengajarkan Trinitas adalah ayat sisipan yang tertera dalam 1 Yohanes 5:7: “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu."

Hal ini diakui secara jujur oleh Dr GC van Niftrik dan D.S.B.J Boland, pakar teologi kondang dari Belanda: “Di dalam Alkitab tidak diketemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata TRITUNGGAL ataupun ayat-ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut, mungkin dalam 1 Yahya 5:6-8. Tetapi sebagian besar dari ayat itu agaknya belum tertera dalam naskah aslinya. Bagian itu setidak-tidaknya harus diberi kurung” (Dogmatika masa kini, hlm. 418).
....Kepalsuan ayat Trinitas itu juga diakui oleh para penerbit Bibel edisi Katolik, sehingga ayat Trinitas tersebut diberi catatan kaki: “Bagian kalimat antara kurung itu pasti tidak asli....

Kepalsuan ayat Trinitas itu juga diakui oleh para penerbit Bibel edisi Katolik, sehingga ayat Trinitas tersebut diberi catatan kaki: “Bagian kalimat antara kurung itu pasti tidak asli” (Kitab Suci Perjanjian Baru tahun 1977/1978, hlm. 551).

Sama sekali tidak ada kesulitan untuk menjawab tiga pertanyaan sayembara 747 yang diajukan Pendeta Budi Asali M.Div (pendeta bodoh yang tidak tahu akan al kitab nya sendiri). Karena pertanyaan siapa, kapan dan bagaimana perubahan ayat Trinitas dalam Bibel, sudah dijawab oleh para teologi Kristen sendiri, antara lain oleh Dr William Barclay.

Barclay adalah teolog terkemuka asal Skotlandia yang sukses menulis 70 judul buku teologia. Alumnus Trinity College Glasgow ini meraih gelar Doktor of Divinity dari Universitas Edinburgh tahun 1956, lalu dikukuhkan menjadi Gurubesar bidang Biblical Criticism tahun 1963 dan meraih penghargaan dari Ratu Elisa­beth, “Commander of British Empire” tahun 1969.

Jawaban pertanyaan pertama, siapa yang memalsukan ayat Trinitas?
Setelah melakukan penelitian yang mendalam dan objektif, Barclay menyimpulkan ayat 1 Yohanes 5:7 sebagai ayat palsu. Ayat ini diciptakan oleh Priscillian, seorang bidat asal Spanyol yang mati tahun 385. Mulanya ayat ini dicantumkan dalam komentar atau catatan pada margin Alkitab. Selama 15 abad, ayat ‘margin’ ini diterima karena dianggap memberikan bukti Alkitabiah untuk ajaran Trinitas.
....ayat 1 Yohanes 5:7 ini diciptakan oleh Priscillian, seorang bidat asal Spanyol yang mati tahun 385. Mulanya ayat ini dicantumkan dalam komentar atau catatan pada margin Alkitab....

Jawaban pertanyaan kedua, kapan ayat Trinitas itu dipalsukan dalam Bibel?
Barclay menjelaskan, tahun 1550 Stephanus mencetak edisi Perjanjian Baru Yunani yang besar yang masyhur dengan sebutan “Edisi 1550” dan edisi “Teks Yang Diterima.” Teks itulah yang merupakan dasar dari Authorized Version dan dari teks Yunani sepanjang abad kemudian. Itulah sebabnya ayat ini masuk ke dalam Authorized Version, dan menyelinap dalam Alkitab di seluruh dunia.
Beberapa edisi yang masih objektif, mencantumkan ayat palsu tersebut dalam Bibel, tapi dengan catatan kaki bahwa ayat tersebut adalah tambahan (insersi). Dalam Bibel edisi New International Version dicantumkan footnote sbb:
“Late manuscripts of the Vulgate testify in heaven: the Father, the Word and the Holy Spirit, and these three are one. And there are three that testify on earth: the (not found in any Greek manuscript before sixteenth century).” (The Holy Bible New International Version, hlm. 1242).


Jawaban pertanyaan ketiga, bagaimana proses pemalsuan ayat Trinitas itu? Inilah kronologis dan penjelasan Dr William Barclay selengkapnya:
“Ayat ini tidak muncul dalam manuskrip Yunani yang lebih muda dari abad ke-14. Manuskrip-manuskrip yang besar termasuk pada abad-abad ke-3 dan ke-4, dan ayat ini tidak terdapat di dalamnya. Tidak ada satu orang pun dari bapak-bapak Gereja besar yang mengetahui adanya ayat ini. Karena Versi asli Vulgata yang berasal dari Jerome tidak mencakupnya.

Orang pertama yang mengutipnya adalah seorang bidat Spanyol yang bernama Priscillian yang meninggal tahun 385 M. Sesudah itu ayat ini menyelinap masuk ke dalam teks-teks Latin dari Perjanjian Baru, walaupun sebagaimana telah kita lihat, ia tidak dapat masuk ke dalam teks Yunani.
Tetapi bagaimanakah ayat ini dapat masuk ke dalam teks? Pada mulanya ada semacam komentar atau catatan pada margin Alkitab. Karena kelihatannya ia memberikan bukti Alkitabiah yang baik untuk ajaran mengenai Tritunggal, maka setelah melewati masa yang lama ayat ini diterima oleh para teolog sebagai bagian dari teks, khususnya pada hari-hari permulaan kesarjanaan sebelum manuskrip-manuskrip yang besar ditemukan.

Tetapi bagaimana teks ini masuk ke dalam Authorized Version? Perjanjian Baru yang pertama dari bahasa Yunani yang diterbitkan berasal dari Erasmus dalam tahun 1516. Erasmus adalah seorang sarjana besar dan mengetahui bahwa teks ini tidak terdapat dalam teks asli. Maka ia tidak memasukkannya dalam edisinya yang pertama. Tetapi pada saat yang sama ini juga para teolog telah mempergunakannya. Misalnya, dalam Vulgata 1514, ayat ini telah dicetak. Karena itu Erasmus dikritik karena menghilangkannya. Jawaban Erasmus waktu itu adalah, bahwa apabila ada seseorang dapat memperlihatkan kepadanya manuskrip Yunani di mana kata-kata itu dimuat, maka ia akan mencetaknya dalam edisi berikutnya. Seseorang menghasilkan teks yang paling buruk dan paling kasip di mana ayat itu terdapat dalam bahasa Yunani. Dan Erasmus dengan berpegang pada kata-kata yang telah diucapkannya, tetapi melawan kehendak dan penilaiannya, terpaksa mencetak ayat tersebut dalam edisi 1522-nya.
....Tiga pertanyaan sayembara sudah terjawab. Kita tunggu apakah Pendeta Budi Asali M.Div menepati pesawat Boeing 747 yang dijanjikan, ataukah terbit buku apologi putar-putar jilid dua?...

Langkah berikutnya adalah bahwa dalam tahun 1550 Stephanus mencetak edisi Perjanjian Baru Yunaninya yang besar. Edisi 1550 ini disebutnya Teks Yang Diterima, dan teks itulah yang merupakan dasar dari Authorized Version dan dari teks Yunani sepanjang abad kemudian. Itulah sebabnya ayat ini masuk ke dalam Authorized Version.” (The Daily Bible Study: the Epistles of John and Jude; edisi Indonesia: Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Surat-surat Yohanes dan Yudas, hal 185-187).

Berikut adalah sebuah fakta bahwa LAI (lembaga alkitab indonesia) telah merubah alkitab, atau pihak yang mengetahui tentang berubahnya alkitab dan di bawah ini hanyalah sedikit dari bukti ayat ayat yang telah diubah oleh LAI. Di bawah adalah ilustrasi dari screen shoot yang diambil dari situs alkitab online www.sabda.org ,  dimana dalam 3 versi al kitab ada 3 pengertian yang tidak valid alias ga nyambung, anda bisa perhatikan ilustrasi di bawah ini menggambarkan tentang puluhan ribu orang kudus atau sepuluh ribu manusia suci atau puluhan ribu malaikat, dan setelah mengetahui ini anda semua akan kebingungan untuk mengartikan ayat ayat yang sudah berubah ini: 

"ten thoussands of saints"




"puluhan ribu orang kudus"


"puluhan ribu malaikat kudus"
Nampaknya pihak LAI sedang berusaha menutupi kejadian yang sangat luar biasa ketika sepuluh ribu orang kudus menguasai daerah paran atau mekkah, dan ayat ini erat kaitanya ketika sepuluh ribu pasukan Nabi Muhammad SAW menguasai kota mekah. Menutup nutupi kebenaran dalam alkitab adalah hal yang biasa bagi kalangan kristen, begitu juga tentang haramnya babi, ayat tersebut di rubah menjadi "babi hutan" agar orang kristen bisa menghalalkan babi biasa padahal babi biasa pun asalnya dari babi hutan.

Gayung bersambut, tiga pertanyaan sayembara sudah terjawab. Kita tunggu apakah Pendeta Budi Asali M.Div menepati pesawat Boeing 747 yang dijanjikan, ataukah terbit buku apologi putar-putar jilid dua?


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penciptaan Tuhan Yesus

Wajah Yesus yang berbeda

Rancang bangun penciptaan wajah tuhan...
Memang susah untuk menggambarkan atau menciptakan wajah yesus seperti aslinya, sebab semenjak 2000 tahun yang lalu, orang belum mengenal camera. Informasi yang didapatkan dari alkitab pun, hanya “rambutnya panjang dan berjenggot dan juga tatapan mata yg tajam..” oleh karena itu para ahli berusaha merekonstruksi wajah yesus berdasarkan keterangan2 dan informasi sejarah, bahkan berusaha membuat model komputer 3 dimensi, untuk mengira-ngira wajah yesus yang asli.

Berikut informasi yang mengenai wajah yesus, yang didapatkan dari masa lalu. Dan seperti biasa kaum kristen yang senang meng ada-ada bahkan senang menciptakan tuhanya sendiri (mereka senang membuat patung /gambar tuhan) maka mereka menciptakan/menggambarkan wajah tuhanya seenak dengkul mereka sendiri.

Padahal di 10 perintah tuhan ada larangan membuat patung untuk di sembah,

Keluaran 20:4 "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yg ada di bumi di bawah, atau yg ada di dalam air di bawah bumi."

Keluaran 20:5 "Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,"

Ulangan 4:23 "Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian TUHAN, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang oleh TUHAN, Allahmu, dilarang kau perbuat."

Imamat 26:1 "Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu."

Cilakanya Yesus yang masih hidup tidak memberikan penjelasan kepada orang kristen yang kebingungan menghadapi berbedanya wajah tuhan agama kristen ini...

Orang orang kristen polandia sedang menciptakan tuhanya sendiri....

Yesus mengenakan mahkota dengan tangan terentang telah berdiri di sebuah kota kecil di Polandia dan seorang pendeta lokal mengklaim bahwa patung rakasasa tersebut sekarang merupakan patung tertinggi di dunia.

Pendeta Sylwester Zawadzki, 78 tahun, yang membuat patung itu mengatakan kepada Associated Press bahwa patung Yesus yang diberi nama "Christ the King" tersebut memiliki tinggi 108 kaki, atau 33 meter - satu meter untuk setiap tahun hidup Yesus.
Tuhan yang hanya berumur 33 tahun....


Yesus nya orang bule.....


Gambar diatas inilah gambar pertama yang ditemukan tentang yesus, ditemukan di bawah tanah catacombs di Roma (sekitar tahun 375). catacombs digunakan oleh orang Kristen generasi awal sebagai tempat untuk mengubur orang yang mati. berdasarkan inilah wajah yesus pada saat ini di reka2 ilmuwan.
Mosaik diatas yang megah ini adalah dari Roman Britain dibuat dari abad ke-4
ditemukan di desa Hinton St Mary di Dorset pada tahun 1963
Disamping ini adalah salah satu dari beberapa gambar yang benar-benar tua yang dapat bertahan dan dibuat dari abad ke-6. Ini adalah citra Timur klasik Yesus. yesus tidak menunjukkan berkulit putih, bermata biru, tetapi seorang laki-laki dari Timur Mediterania, dengan kulit olive dan mata cokelat. Wajahnya yang kuat – ia adalah seseorang yang harus diperhitungkan. Ikon terkenal ini telah disimpan di biara di kaki Gunung Sinai selama berabad-abad.
 




Menurut ahli, gambar ini dibuat dari sekitar tahun 1070, dan
berasal sebuah gereja biara di perbatasan antara Perancis dan Jerman di
Sungai Rhine.
Hunt Holmann melukis yesus di oxford pada tahun 1853



Gambar yesus yang dihasilkan oleh komputer 3D model.
Ini dibuat khusus untuk program BBC siaran selama Paskah 2001(mirip orang purbakala...)
Yesus nya Mexico, mirip sekali ama orang mexico
Wajah yesus sengaja meniru Che Guevara oleh
Churches Advertising Network (CAN) untuk mempromosikan ke gereja pada Hari Paskah
Yesusnya Afro - Amerika
Yesusnya penjajah Israel


Lion of judah diatas ini entah yesusnya dari daerah mana....
Berikut diatas adalah yesusnya orang china, yesusnya sipit...
Yesus kribo dan berkulit hitam dari Africa....entah yang mane saya juga ga yakin mungkin yang pake baju merah kali...??{"_+%%$
Maria dan Yesus kecil versi Indian mungkin dari suku apache..
  Disamping ini juga versi Indian kali...
Yesus dari India sedang semedhi menyaingi Budha gautama, hal yang sudah biasa dilakukan oleh kaum kresten.. inilah trik kristen yang selalu menyesuaikan diri dengan budaya setempat walaupun harus merubah identitas agamanya sendiri.... ibaratnya musang berbulu domba... selicik ular dan selicin merpati...
Yang diatas ini entah dari mana lagi .... mungki yesusnya orang afrika atau aborigin... entahlah dan gambar di bawah ini entah yesus dari daerah mana...
yesus dari aborigin...
Maria dan Yesus, Ibu dan Anak tuhan dari daerah romawi
Yesusnya timor leste....

yesusnya amerika... (di kota Ohio)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ketuhanan Yesus

Apakah Trinitas itu Suatu Misteri ?
Trinitas adalah tiga Tuhan dalam satu. Tuhan Allah adalah misteri. Tak seorang pun pernah melihat atau mengetahui seperti apa Tuhan itu. Yesus adalah manusia dengan tulang dan daging. Beliau hidup di dunia ini sebagai orang yang memiliki sejarah hidup. Roh Kudus adalah “Tuhan” ciptaan Konsili di Nicea pada tahun 325 yang tidak dikenal di zaman Yesus.  Konsili di Nicea diadakan dua kali, yaitu pada tahun 325 dan 787.  Konsili Nicea-I diadakan oleh Kaisar Constantinus untuk menyelesaikan pertikaian tentang Trinitas (Arianisme). Konsili direncanakan semula diadakan di Ancyra namun kemudian dipindahkan ke Nicea dan dibuka pada 20 Mei 325. Konsili dibuka oleh kaisar, Constantinus.

“….kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus”. (Kis. 19:2)

Naskah Laut Mati yang di tulis di zaman Yesus tidak pernah menyebut tentang Roh Kudus yang di sembah.

Reverend Dr. Charles Francis Potter dalam bukunya The Lost Year of Yesus Revealed, 1992, hal 16, menjelaskan:
“Few believing Christians yet realize (for few scholar are yet adminitting) how many important doctrines are doe to be change radically, and how many others should eventually be eliminated when the Scroll are properly recognized and evaluated in relation to the New Testament. The very vulnerable doctrine of the Holly Spirit will have to go, as we shall see, and will take with it inevitably the doctrine of the Trinity, which was never in the Bible anyway”.

(Hanya sedikit pemeluk agama Kristen yang hingga saat ini menyadari (sebagaimana hanya sedikit para ilmuwan yang hingga saat ini mau mengakui), betapa banyak ajaran dasar agama Kristen yang harus dirubah secara radikal dan beberapa banyak lainnya yang harus di singkirkan (dari Alkitab) bila Naskah (Laut mati) diakui dan dipelajari dengan benar dalam hubungannya dengan Kitab Perjanjian Baru. Ajaran yang paling lemah dan harus di singkirkan adalah tentang Roh Kudus, sebagaimana yang terlihat (dalam Naskah Laut Mati), dan tanpa bisa dihindari, ajaran tentang Trinitas harus pula ikut tersingkir, karena sama sekali tidak pernah diajarkan dalam Alkitab)

Biarawati dan penulis kawakan Karen Armstrong dalam bukunya A History of God hal. 135, mengutip pernyataan Gregory of Nazianzus, tokoh pemikir Trinitas di abad ke IV yang menceritakan bagamana Roh Kudus yang tidak dikenal di zaman Yesus menimbulkan berbagai permasalahan ketika mulai diperkenalkan di abad ke IV.
“The Cappadocians were also anxious to develop the notion of the Holy Spirit, which they fe(t have been dealt with very perfunctorily at Nicea: `And we believe in the Holy Spirit’ seemed to have been added to Athanasius’s creed almost as an after thought. People were confused about the Holy spirit. Was it simply a synonym for God ar was it something more? `Some have conceived (the Holy Spirit) as an activity’, noted Gregory of Nazianzus, `some as a creature, some as God and some have been uncertain what to call him”.
(Golongan Cappadocian (Pendukung Trinitas) juga pusing untuk menetapkan pengertian Roh Kudus, yang dulu mereka sama sekali mengabaikannya pada Konsili di Nicea: `Dan Kami percaya kepada Roh Kudus’ nampaknya baru ditambahkan ke Credo Athanasius (di Necia) setelah dipikirkan kemudian. Masyarakat dibuat bingung tentang apa sesungguhnya Roh Kudus itu. Apakah ini sama dengan Tuhan ataukah sesuatu yang lain? `Sebagian orang menganggap (Roh Kudus) sebagai suatu kegiatan’, kata Gregory of Nazianzus, sebagian lagi menganggapnya makhluk, sebagian menganggapnya Tuhan, dan sebagian lagi tidak tahu mau menyebutnya apa).

Oleh karena itu untuk menyatakan bahwa Allah yang tidak tampak, manusia Yesus yang memiliki tulang dan daging dan Roh Kudus yang tidak pernah dikenal di zaman Yesus adalah suatu zat, memang dapat dianggap misteri yang artinya aneh bin ajaib. Doktrin ini membingungkan pencetusnya sendiri serta para agamawan Kristen. Mereka kesulitan menjelaskan ajaran penyembah berhala ini dalam konteks Kristen. Ujung-ujungnya mereka menetapkan doktrin Trinitas sebagai suatu misteri (Cave 1997).

Perhatikan bagaimana pengkuan jujur “Romonya” Trinitas, Athanasius, dalam buku The Decline and Fall of the Roman Empire yang ditulis oleh Edward Gibbon:

“Christian Theologian, the great Athanasius himself, has candidly confessed that whenever he forced his understanding to mediate on the divinity of the Logos, his toilsome and unavailing efforts recoiled on themselves; that the more he thought, the less he comprehend; and the more he wrote, the less capable was he expressing his thought”.

(Teolog besar Kristen Athanasius sendiri secara terbuka mengakui bahwa semakin dia memaksakan pengertiannya untuk menjelaskan ketuhanan Logos (Firman), segala daya dan upaya yang diusahakannya kandas dengan sendirinya; bahwa semakin dia berfikir, semakin dia kurang memahami; semakin banyak penulis, semakin kurang kemampuan menjelaskan jalan pikirannya).

Baru saja Athanasius mencoba memformulasikan hubungan Yesus sebagai Logos (Firman) penyembah berhala dengan Tuhan Allah, dia sudah pusing. Belum lagi di tambah dengan “Tuhan” Roh Kudus.

Monsignor Eugene Clark mengakui konsep Trinitas sulit dimengerti. Untuk itu menurut dia, sebaiknya konsep Trinitas diterima saja walaupun tidak dimengerti.

“God is one, God is three. Since there is nothing like this in creation, we cannot understand it, but anly accept it”
(Tuhan itu satu, Tuhan itu tiga. Karena tidak ada yang seperti ini di alam ini, sehingga kita terima saja walaupun kita tidak mengerti).

Hubungan ketiga oknum dalam Trinitas dengan susah payah diciptakan oleh Gereja di tengah-tengah pertentangan, kontroversi dan malah pertumpahan darah. Pemimpin Gereja terpaksa harus mengeluarkan pernyataan untuk menerima ajaran Kristen tanpa harus menyelidikinya. Uskup Agung Anslem, pemimpin Gereja di Canterbury (1093-1109) dalam bukunya Prosologian I, mengatakan:

“For 1 am not seeking to understand in order to believe, but 1 believe in order that 1 may understand”
(Saya tidak perlu mengerti untuk percaya, tetapi saya percaya agar saya mengerti).

Selanjutnya dalam bukunya Cur Deus Homo 1:2 dia menjelaskan urut-urutan menerima ajaran yang misterius dalam Kristen :

” The correct order is to believe the deep thing of Christian faith before undertaking to discuss them by reason……so that even though 1 totally unable to understand it, nothing could shake the constancy of my belief.”
(Urutan yang tepat adalah meyakini keimanan Kristen secara mendalam lebih dahulu, baru kemudian mendiskusikannya berdasarkan akal sehat….dengan demikian, walaupun saya tidak mengerti sama sekali, tidak ada yang akan dapat mengguncang keteguhan iman saya).

Kalau sudah begini keadaannya, berarti tidak ada lagi jalan bagi mereka yang ingin mempertanyakan kebenaran suatu ajaran sebelum diyakini. Kalau yang diajarkan kepada kita adalah sesuatu yang salah, sekuat apa pun kita mengimaninya, ya, tetap saja salah, dan konsekwensinya kita akan dicampakkan ke dalam api neraka.

Kalau gereja sudah mengatakan demikian, sementara Yesus tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah oknum kedua dari Trinitas, berarti kita diberi kesan seakan-akan Yesus sengaja menipu umatnya bani Israel, hanya untuk menyenangkan para penyembah berhala di kerajaan Romawi.

Mengapa umat Kristen dapat menerima ide yang tidak masuk akal ini?

Para penginjil menurut Dr. Bruce Goldbert dalam bukunya ” New Age Hypnosis” hal. 2, sudah terlatih dalam pemanfaatan jurus-jurus hipnotisme dan sugesti. Melalui teknik-teknik ini, dengan mudah mereka menaklukkan alam bawah sadar jemaat atau individu. Mereka menggunakan cara-cara ini untuk mencuci otak jemaat agar mudah memerima pesan-pesan, baik yang masuk akal maupun yang tidak masuk akal, yang dikemas dengan retorika yang mempesona. Dengan cara ini mereka dapat membuat sesuatu yang tidak masuk akal seakan-akan masuk akal. Sementara jemaat yang sudah “berserah diri” hanya mampu menyahut ” Amin, Amin”. Gordon Urquhart dalam bukunya The Pope’s Armada, 1995, pada halaman belakang menjelaskan misi rahasia Kristen mencuci otak jemaat:

“The three most powerful of the ultra tradition-alist movement within the Catholic Church engage in secret initiation ceremonies, brainwashing techniques involving ego destruction, moral and spiritual intimidation and highly questionable, even dangerous psychtherapeutic practices.”

(Tiga kekuatan besar gerakan ultra-tradisional dalam Kristen Katolik, terlibat dalam upacara rahasia penerimaan anggota, teknik cuci otak termasuk penghancuran pribadi seseorang, intimidasi moral dan spiritual serta praktek­praktek pengobatan spiritual yang tidak lazim dan malah berbahaya).

Tertullian dalam bukunya “The Flesh of Christ”, hal. 5, memainkan jurus ini :
“The Son of God was crucified. 1 am not ashamed because it shameful. The Son of God died. It is credible because it is absurd. He was buried and rose again. It is certain because it is impossible”.
(Anak Tuhan di salib. Saya tidak malu karena ini memalukan. Anak Tuhan mati. Ini dipercaya karena tidak masuk akal. Dia dikuburkan dan bangkit kembali. Ini pasti karena tidak mungkin).

"yesus adalah 100% manusia dan 100% tuhan" jadi setiap orang kristen percaya bahwa tuhan adalah maha lemah sekaligus maha kuasa.... ruarrr biasaaa....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS